Keputusan Golongan Muda Alam Rapat Tanggal 15 Agustus 1945 Aalah?

Keputusan golongan muda alam rapat tanggal 15 Agustus 1945 aalah?

  1. kemerdekaan harus dibicarakan dengan golongan tua
  2. golongan muda siap untuk melaksanakna proklamasi kemerdekaan
  3. kemerdekaan Indonesia harus dibicarakan dengan pihak Jepang
  4. kemerdekaan Indonesia adalah hak dan merupakan masalah rakyat Indonesia sendiri
  5. mendesak kepada Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan

Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: E. mendesak kepada Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Dari hasil voting 987 orang setuju jawaban E benar, dan 0 orang setuju jawaban E salah.

Keputusan golongan muda alam rapat tanggal 15 Agustus 1945 aalah mendesak kepada soekarno dan hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Pembahasan dan Penjelasan

Jawaban A. kemerdekaan harus dibicarakan dengan golongan tua menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. golongan muda siap untuk melaksanakna proklamasi kemerdekaan menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban C. kemerdekaan Indonesia harus dibicarakan dengan pihak Jepang menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan.

Jawaban D. kemerdekaan Indonesia adalah hak dan merupakan masalah rakyat Indonesia sendiri menurut saya ini salah, karena dari apa yang ditanyakan, sudah sangat jelas jawaban ini tidak saling berkaitan.

Jawaban E. mendesak kepada Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah E. mendesak kepada Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan

BACA JUGA :  Cermati kutipan cerpen berikut! Satu jam berlalu, kami terdiam dan terhanyut dalam angan masing-masing. Persoalan yang kami hadapi saat ini benar-benar di luar batas kemampuan. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak memberi cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. Namun, Ranti Istriku, tetap ngotot dan terus-menerus mendesakku. Kami masih tetap terdiam, aku berdiri dan berjalan ke sana-ke mari. “Jangan mondar-mandir, Mas, cepat cari jalan keluar, kepalaku rasanya mau copot, lagi pula persoalan ini tidak bisa menunggu, harus segera cari pinjaman karena kalau hujan turun dengan lebat takutnya rumah ini akan rubuh.”Keterkaitan isi cerpen dengan kehidupan sehari-hari adalah?

Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Dijawab Oleh : Kunjaw

Leave a Comment